u3-ChatGPT-Image-10-Feb-2026-10.09.07-1
SURAT UNTUK IBU DAN CINTA AYAH

Karya : Gusti Ayu Kania Saridewi (VA)

 

Seorang anak laki-laki bernama Arman tumbuh tanpa ibu sejak kecil. Ayahnya bekerja keras untuk membesarkan dia dan adik perempuannya. Meskipun hidupnya sulit, Arman selalu merasa bahwa ibunya ada di sampingnya, terutama saat dia menulis surat untuk ibunya setiap minggu. 

Tahun-tahun berlalu, dan Arman tumbuh menjadi seorang yang sukses. Suatu hari, dia menerima sebuah paket kecil yang dikirimkan oleh ayahnya. Di dalam paket itu, ada tumpukan surat yang dia tulis untuk ibunya semasa kecil. Ayahnya memberitahu Arman bahwa ibunya sebenarnya tidak meninggal saat dia lahir, tapi dia memilih untuk meninggalkannya karena tidak ingin menyusahkan ayahnya.

Namun, yang membuat Arman terharu adalah bahwa ayahnya telah menyimpan semua surat yang dia tulis untuk ibunya dan membacanya setiap kali dia merasa lelah. Ayahnya juga menulis balasan untuk setiap surat Arman, meskipun Arman tidak pernah melihatnya. 

Arman sangat terharu dan merasa bahagia karena ayahnya telah menjadi “ibu” baginya selama ini. Dia menyadari bahwa cinta ayahnya tidak pernah berubah, dan dia telah melakukan yang terbaik untuk membesarkan dia dan adiknya. Dengan air mata yang mengalir, Arman memeluk ayahnya erat-erat dan berterima kasih atas semua pengorbanan dan cinta yang telah diberikan.

“Aku cinta Ayah,” kata Arman dengan suara bergetar. Ayahnya membalas pelukannya dengan erat, “Aku juga cinta kamu, Nak. Selalu.” Dalam pelukan itu, Arman merasa bahwa dia telah menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait