Karya: Komang Nathan Bramastha Pranandika Putra (VA)
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang anak laki’ bernama yoga. yoga sangat suka membaca buku dan berimajinasi tentang masa lalu. Suatu hari, saat yoga sedang membaca buku sejarah, ia menemukan sebuah medali tua di dalam halaman buku.
Medali itu terlihat sangat tua dan berkilauan. yoga merasa penasaran dan memutuskan untuk memakainya. Begitu yoga memasang medali itu di lehernya, tiba-tiba ia merasa pusing dan semuanya menjadi gelap.
Ketika yoga membuka matanya, ia menemukan dirinya berada di masa lalu, di sebuah desa kuno. Semua orang di sana mengenakan pakaian tradisional, dan desa tersebut terlihat sangat berbeda dari tempat asal yoga.
yoga merasa bingung tetapi juga sangat senang. Ia bertemu dengan seorang anak perempuan bernama salsa yang menjadi sahabatnya. salsa mengajak yoga berkeliling desa dan menceritakan tentang kehidupan di masa lalu.
yoga belajar banyak hal dari salsa, seperti cara memasak makanan tradisional. Mereka juga bermain permainan tradisional yang belum pernah yoga mainkan sebelumnya.
yoga merasa sangat bahagia, tetapi ia juga merindukan rumahnya di masa sekarang. Ia tahu bahwa ia harus kembali.
salsa merasa sedih, tetapi ia mengerti. “Jangan khawatir, yoga Sahabat sejati tidak akan pernah terpisah, bahkan oleh waktu,” kata salsa
yoga mengucapkan selamat tinggal kepada salsa dan memasang kembali medali itu di lehernya. Seketika, semuanya menjadi gelap, dan ketika yoga membuka matanya ia sudah kembali kedunia nya kembali.
Meski merasa sedikit sedih meninggalkan salsa, yoga senang telah memiliki sahabat dari masa lalu dan belajar banyak hal berharga.
Pesan moral: Persahabatan sejati tidak akan pernah terpisah, meskipun terhalang oleh waktu dan jarak.